Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Maret 2011

Polip Hidung

Polip hidung adalah massa polypoidal yang timbul terutama dari selaput lendir hidung dan sinus paranasal. Polip hidung bukan penyakit yang murni berdiri sendiri. Pembentukannya sangat terkait erat dengan berbagai problem THT lainnya seperti rinitis alergi, asma, radang kronis pada mukosa hidung-sinus paranasal, kista fibrosis, intoleransi pada aspirin, dll.


Penyebab Polip Hidung
Polip hidung biasanya tumbuh di daerah dimana selaput lendir membengkak akibat penimbunan cairan, seperti daerah di sekitar lubang sinus pada rongga hidung. Beberapa faktor lain yang meningkatkan kemungkinan terkena polip hidung antara lain sinusitis (radang sinus) yang menahun, iritasi, sumbatan hidung oleh karena kelainan anatomi dan adanya pembesaran pada konka
Polip hidung sering ditemukan pada penderita:
  • Rinitis alergika
  • Asma
  • Sinusitis kronis
  • Fibrosis kistik
Gejala Polip Hidung
Ketika baru terbentuk, sebuah polip tampak seperti air mata dan jika telah matang, bentuknya menyerupai buah anggur yang berwarna keabu-abuan. Penderita biasanya mengeluhkan hidung tersumbat, penurunan indra penciuman, dan gangguan pernafasan. Akibatnya penderita bersuara sengau.
Pengobatan Polip Hidung
Tujuan utama pengobatan adalah mengatasi polip dan menghindari penyebab atau faktor pemicu terjadinya polip. Obat semprot hidung yang mengandung corticosteroid kadang bisa memperkecil ukuran polip hidung atau bahkan menghilangkan polip. Operasi dilakukan jika polip mengganggu pernafasan atau berhubungan dengan tumor.
  • Pembedahan dilakukan jika:
  • Polip menghalangi saluran pernafasan
  • Polip menghalangi drainase dari sinus sehingga sering terjadi infeksi sinus
  • Polip berhubungan dengan tumor.
Polip cenderung tumbuh kembali jika penyebabnya (alergi maupun infeksi) tidak terkontrol. Pemakaian obat semprot hidung yang mengandung corticosteroid bisa memperlambat atau mencegah kekambuhan. Tetapi jika kekambuhan ini sifatnya berat, sebaiknya dilakukan pembedahan untuk memperbaiki drainase sinus dan membuang bahan-bahan yang terinfeksi. Sayangnya bila faktor yang menyebabkan terjadinya polip tidak teratasi maka polip hidung ini rawan untuk kambuh kembali demikian berulang ulang. Oleh sebab itu sangat diharapkan kepatuhan pasien untuk menghindari hal hal yang menyebabkan alergi yang bisa menjurus untuk terjadinya polip hidung
Sumber: dari berbagai sumber

=====================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”
Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.
Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.
Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral
Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Jumat, 18 Maret 2011

Artritis Reumatoid



Radang Sendi Penyerang jantung – Bukan Rematik Biasa

Gejalanya seperti rematik. Bila dalam 2-3 tahun tak diobati, penyakit ini dapat mengakibatkan cacat permanen dan menyumbat pembuluh darah jantung. Namanya Artritis Reumanoid. Kabar baiknya, penderita di Indonesia masih sedikit.
Tulang anda sering ngilu? Nyeri, bengkak, kaku, atau terasa hangat di bagian persendian. Bisa jadi anda menderita rematik. Hati-hatilah, karena rematik dapat mengganggu kinerja organ-organ tubuh, pembuluh darah bahkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga bukan tidak mungkin bila rematik dalam tempo tertentu dapat merembet dan menyerang fungi organ tubuh vital yang lain.
Salah atunya adalah radang sendi atau artritis reumatoid (AR) yang dapat berpotensi menyebabkangangguan jantung. Namun perlu diperhatikan, tidak semua rematik adalah AR. Karena rematik sendiri punya lebih kurang 100 jenis dan AR adalah salah satu jenisnya.
AR adalah penyakit autoimun progresif yang di tandai dengan peradangan membran persendian. Autoimun merupakan gangguan pada sistem imun yang menyebabkan kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendiri. Peradangan ini menyebabkan menurunkan fungsi dan penyempitan pembuluh darah yang disertai nyeri, kaku-pembengkakan dan akhirnya merusak sendi yang dapat menyebabkan cacat bila tidak diobati.
Sendi yang terjangkit biasanya sendi kecil seperti tangan dan kaki secara simetris (kanan dan kiri) mengalami peradangan sehingga bengkak, nyeri, dan kemudian cacat permanen. Kerusakan sendi sudah mulai terjadi pada 6 bulan pertama sejak penyakit ini menyerang dan cacat bias terjadi setelah 2-3 tahunpenyakit ini tidak diobati.
Untuk mendeteksi potensi itu dapat dilihat dari kadar C-Reactive Protein (CRP) yang merupakan penanda peradangan dan merupakan factor prediksi penyakit kardiovaskuler. Disisi lain, penderita AR juga mengalami gangguan lipid yang ditandai dengan peningkatan Trigliserida, penurunan HDL, dan peningkatan LDL. Kedua kondisi tersebutlah yang kemudian memicu gangguan jantung. Sedangkan gangguan kardiovaskular yang dimaksud dapat berupa jantung koroner dan perikarditis.
“Penderita AR berisiko terkena penyakit jantung, 1,6 kali lebih tinggi disbanding orang sehat,” ungkap dr LaniyatiHamioyo SpP-KR. M.Kesdari Sub Bagian Reumatologi Ilu Penyakit Dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Studi terbaru, tambah Laniyati, menunjukan bahwa 27 persen pasien AR menunjukan gejala klinis gangguan kardiovaskular.
Dianggap Sepele
Di Indonesia, prevalensi AR hanya 0,1-0,3 persen dikelompok orang dewasa dan 1:100 ribu jiwa dikelompok anak-anak. Total, diperkirakan hanya terdapat 360 ribu paien di Indonesia. “Walau prevalensi rendah, penyakit ini sangat progresif dan paling sering menyebabkan cacat,” ujar Prof DR dr Harry Isbagio, SpPD-KR, Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Meski demikian bukan berarti angka penderita itu tidak bisa menggemuk nantinya. Pasalnya, banyak masyarakat Indonesia yang menyepelekan rematik. Bahkan mereka kerap pukul rata kalau nyeri tulang itu pasti rematik, bukan AR. Mengapa hal itu bisa terjadi? Kata pakar reumatologi ini, hal itu terjadi karena banyak penderita rematik terlambat memeriksakan diri. Selain itu, mereka hanya menganggap ini adalah radang sendi biasa, atau bisa juga karena diagnosis yang tidak tepat.
Padahal komplikasi AR ini juga bukan hanya mengancam kesehatanjantung. Selain itu, diketahui bahwa 70 persen penderita AR mengalami infeksi, risiko osteoporosis lebih tinggi, dan riiko kanker getah bening 25 kali lebih besar.
Terapi
Lalu bagaimana dengan pengobatannya. Dua jenis terapi AR. Pertama, mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada sendi, misalnya dengan obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) dan kortikosteroid dosis rendah. Kedua, memperlambat atau mencegahprogresivitas penyakit, dengan cara DMARDs (Disease Modifying Arthritis Rheumatoid Drug),DMARD tradisional (contohMethotrexate), dan DMARD Biologis (contoh TNF Inhibitor, Rituximab, Tocilizumab).
Selain itu juga dapat dilakukan terapi tunggal dengan menggunakan tocilizumah. (penghambat antibody monoclonal IL-6 atau menghambat proses peradangan tubuh pada penderita AR). Terapi tunggal itu juga dapat dikombinasi dengan methotrexate atau DMARDs lainnya.
Tocilizumah juga berefek samping yang tiodak serius, misalnya berupa infeksi saluran pernafasan bagian atas, nasofaringitis, sakit kepala, dan hipertensi. Sedangkan obat anti reumatik biologis lainnya (DMARDs) dapat menyebabkan infeksi yang serius dan reaksi hipersensitif termasuk beberapa kasus anaphylaxis, bahkan kerusakan hati.
Selain itu, bagi mereka yang menderita AR, khususnya yang telah 10 tahun mengalaminya, perlu diterapi dengan cara yang sama dengan penderita gangguan jantung. Diantaranya pengendalian kolesterol dengan dosis efektif yang serendah mungkin, dan diminta untuk berhenti merokok.
Di amping itu juga ditambah dengan aktivitas pendukung lainnya, seperti melakukan diet, olah raga teratur (minimal 30 menit sehari), penurunan berat badan, dan mengendalikan tekanan darah.
Namun kata Harry, terapi tidak dapat memperbaiki kerusakan yang telah terjadi atau menyembuhkan penyakitnya. Meski pengobatan dini terbukti menentukan keberhasilan terapi. Sedangkan pengobatan yang agresif dapat memperbaiki fungsi sendi, mencegah cacat.  nala dipa
Suber: Koran Jakarta, Tanggal: 30 Januari 2011



=============================================================

Promo Produk

Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.
Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.

Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral

Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Gula Pembuta Mata


Meski berbahaya, diabetes retina bisa diantisipasi


Kombinasi  antara kadar gula yang tinggi, tekanan darah, dan kolesterol dapat menyumbat pembuluh darah di mata. Retina akan terancam. Semula hanya kabur, kemudian pandangan bisa hilang sama sekali alias buta.

Apakah anda penderita diabetes? Dan penglihatan anda mulai kabur ketika membaca atau mengendarai  kendaraan ? Atau malah mata anda lebih tajam ketika malam hari di bandingkan siang hari dan sebaliknya? Cobalah cek gula darah. Apakah cukup normal?
Bagi penderita diabetes, kadar gula darah tiga bulanan (Glycated Hemoglobin/ HbA1c) idealnya tidak lebih dari 6,5 persen. Bila lebih dari itu dan penglihatan Anda mulai kabur, waspadalah bisa jadi mengalami komplikasi pembuluh darah pada retina (diabetes pada retina/ diabetic retinopathy).
Mengapa hal itu bisa terjadi? Retina seperti beberapa organ lainnya, memiliki pembuluh darah kecil (mikrovaskular) yang sangat sensitive. Khususnya terhadap perubahan kadar gula dalam darah.  Bila perubahan kadar gula terjadi mendadak atau kronis dapat menyebabkan otot pembuluh darah rusak. Akibatnya pembuluh darah menjadi tebal dan bisa terjadi pendarahan.
Selain kadar gula, hal itu bisa diperparah akumulasi lemak dan tekanan darah yang tidak stabil. Akibat dari komplikasi itu, maka akan mengancam didnding pembuluh darah pada retina tadi. Gejalanya, selain seperti yang diungkapkan sebelumnya, bisa berupa terdapat bintik-bintik pada penglihatan, garis-garis gelap atau merah yang menghalangi penglihatan, bahkan buta sekalipun.
Namun diabetes retina tidak terjadi begitu saja. Kata Dr Anton Cahaya Widjaja MD, konsultan diabetes dari Klinik Mata dan Diabetes Nusantara, Jakarta. Hal itu butuh proses dan tergantung pada beberapa kondisi penderita diabetes, misalnya tekanan darah, kolesterol, dan intensitas terpapar radiasi cahaya. “Jadi  tidak ada parameter berapa tahun prosesnya, tapi sudah bisa dilakukan tindakan ketika gejala diabetes retina itu terjadi,” ujar dia.
Namun potensi itu bisa lebih besar bagi penderita diabetes anak (dibawah usia 20 tahun), Pasalnya dikelompok ini (tipe 1), ketergantungan terhadap suntikan insulinsangat tinggi karena fungsi insulinnya tidak berjalan sempurna, Artinya dengan kondisi tersebut, fluktuasi gula darah pada penderita di golongan ini sangat tinggi dan risiko menderita diabetes retina juga tinggi.
Pemeriksaan mata
Maka itu deteksi dini potensi diabetes retina sangat diperlukan. Khususnya bagi mereka penderita diabetes.  Melalui screening retina dengan melakukan pemeriksaan funduskopi (melebarkan pupil) dapat dilakukan secara berkala bagi penderita di golongan tadi.
Tidak semua penderita diabetes yang didiagnosis mengalami komplikasi retina. Sebab, hal itu sangat bergantung pada factor-faktor seperti usia, durasi diabetes, fluktuasi kadar gula darah, risiko tekanan darah tinggi, kolesterol, stress, kebiasaan merokok, bahkan obesitas.
Ketika sceening mata itu, dapat dilakukan dengan cara yang disebut fluorescein angiography. Proses ini dengan cara meperbesar pupil lalu difoto bagian dalam mata. Kemudian, cairan khusus berwarna disuntikan melalui urat nadi di lengan.
Foto-foto akan diambil sejalan dengan cairan warna yangt mengalir dan mulai beredar ke mata. Hasil fotonya akan mendeteksi , apakah matanya ada pembuluh darah yang tertutup, rusak atau malah bocor.
Selain itu, biasanya Anda juga akan menjalani tes optical coherence tomography (OCT). Tes ini berguna untuk mendeteksi tingkat ketebalan retina dan memastikan apakah terjadi atau tidak kebocoran pembuluh darah pada retina.
“Sebaiknya screening mata bagi penderita diabetes minimal dilakukan setahun sekali. Hal itu untuk mencegah komplikasi yang lebih parah,” tambah fellowship diabetes dari Harvad Medical Scool Boston, AS pada 2005 ini.
Suntik atau Laser
Kalaupun upaya itu terlambat mau tidak mau fase selanjutnya adalah pencegahan yang lebih maksimal. Misalnya dengan memberikan suntikan VEGF. Suntikan ini berguna untuk menghambat perluasan kerusakan pada pembuluh darah di retinadan biasanya berlangsung sementara.  Atau bisa juga dengan cara laser fotokoagulasi untuk menghentikan perluasan perdarahan. Sehingga perdarahan dapat diperkecil atau bahkan dihentikan sementara.
Sumber: Koran Jakarta, Tgl. 16 Januari 2011

==========================================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.
Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.
Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral
Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Penderita HIV/AIDS Meningkat




JAKARTA – Jumlah penderita virus HIV/AIDS di Jakarta terus meningkat dan semakin mengkhawatirkan. Jakarta Timur menduki peringkat teratas atau memiliki 501 kasus. Berdasarkan hasil riset Seksi Surveilans Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, pada 2009, di DKI hanya ada 603 kasus HIV/AIDS dengan 175 kasus kematian. Namun, per November 2010, jumlah kasus AIDS yang terdeteksi di Jakarta meningkat hingga 1.380 kasus dengan 278 kasus kematian. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta Rohana Manggala mengatakan dari data 2010, 78 persen pengidap adalah laki-laki dan 22 persen perempuan.

Berdasarkan faktor risiko, 50 persen adalah pengguna narkoba dengan jarum suntik dan 44 persen adalah kaum heteroseksual. Berdasarkan rentang umur, 4 persen penderita berusia 15- 24 tahun, 86 persen berusia 25- 44 tahun, dan 6 persen berusia lebih dari 44 tahun. Ia menjelaskan selama ini ibu rumah tangga (IRT) dianggap bukan kelompok risiko tinggi tertular HIV. Namun, berdasarkan data KPAP DKI per Agustus 2010, jumlah IRT yang terdeteksi mengidap HIV/ AIDS mencapai 12 persen dari total penderita HIV/AIDS yang mencapai 1.238. Ia memaparkan dari sejumlah wilayah di DKI Jakarta, Jakarta Timur menempati urutas teratas dengan 501 kasus.
Kemudian, Jakarta Pusat 358 kasus, Jakarta Utara 303 kasus, Jakarta Barat 347 kasus, dan Jakarta Selatan 372 kasus. Kepala Bidang Promosi dan Pencegahan KPAP DKI Jakarta John Alubwaman mengatakan untuk menekan jumlah kasus HIV/AIDS di Ibu Kota sekaligus mencegah kasus baru, KPAP DKI telah mengadakan program Jakarta Stop AIDS yang dimulai awal Maret 2011. Program tersebut melibatkan para siswa sekolah sebagai duta-duta AIDS untuk menyosialisasikan informasi mengenai HIV/AIDS di kalangan pelajar Jakarta. Melalui para duta AIDS ini, pencegahan dini terhadap penularan penyakit mematikan itu diharapkan bisa lebih efektif.
frn/P-2
Sumber: Koran Jakarta, 18 Maret 2011

====================================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.
Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.
Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral
Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Selasa, 15 Maret 2011

Gonorrhea — Penyakit Kelamin

Gonorrhea atau di kalangan masyarakat umum dikenal dengan nama GO adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhea. Penyakit ini terutama menyerang mereka yang suka ‘jajan’ a.k.a. suka bergonta ganti pasangan seksual. Karena sifat penularannya yang mudah dan cepat, maka seorang pengidap GO sudah mampu menularkan penyakitnya hanya dengan sekali berhubungan seksual.

Gejala GO
Pada wanita, GO tidak menimbulkan gejala apapun sehingga sering luput dari diagnosa dokter. Hal ini menyebabkan seorang wanita pengidap GO tidak menyadari dirinya terinfeksi lalu menularkannya ke orang lain.
Sebaliknya pada laki laki, GO dapat menimbulkan gejala yang sangat hebat seperti rasa terbakar pada saat kencing, gangguan frekuensi kencing dan keluar nanah dari ujung penis. Bila GO tidak tertangani dengan baik maka pada laki laki dapat menimbulkan peradangan pada ‘pabrik’ sperma berupa epididymitis dan orchitis. GO juga sering menimbulkan gejala sistemik seperti rasa nyeri pada persendian, demam, bercak bercak pada kulit dan lain lain.
Gejala GO juga bisa mengenai tenggorokan (faringitis) terutama bagi mereka yang gemar melakukan oral seks. Gejala pada anus juga bisa terjadi bila hubungan seksual dilakukan secara anal.
Gejala GO pada laki laki akan timbul sekitar 4 sampai 8 hari setelah melakukan kontak seksual dengan penderita GO, walaupun terkadang pada beberapa kasus memerlukan waktu yang lebih panjang dari itu.
Mendiagnosa GO
Gonorrhea dapat dengan mudah didiagnosa dengan melakukan pemeriksaan mikroskopis pada lendir atau nanah yang keluar dari penis. GO juga bisa didiagnosa dari biakan lendir yang berasal dari saluran kencing, anus atau tenggorokan. Pada pasien dengan gejala sistemik seperti nyeri pada sendi atau gejala pada kulit, kuman GO bisa dibiakan dari bahan darah. Saat ini beberapa metode tes diagnostik secara cepat sudah banyak dikembangkan sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mendiagnosa GO menjadi lebih singkat.
Pengobatan GO
Pengobatan GO tanpa komplikasi, cukup dengan sekali suntikan ceftriakson 125mg. Sayangnya saat ini sudah banyak strain kuman GO yang resisten atau kebal terhadap beberapa jenis antibiotika. Beberapa antibiotika alternatif yang bisa menjadi pilihan adalah Cefixime 400mg, Ciprofloxacin 500mg, Ofloxacin 400mg, dan Levofloxacin 250mg yang diberikan dengan dosis tertentu setiap hari. Pengobatan GO sebaiknya dalam pengawasan dokter agar pengobatan berlangsung dengan tepat untuk mencegah terjadinya resistensi kuman.
Perhatian
Bila kebetulan yang menderita GO adalah pasangan suami istri dan selama menderita GO mereka melakukan hubungan seksual aktif maka keduanya harus berobat meskipun sang istri tidak menimbulkan gejala apapun. Hal ini untuk mencegah terjadinya ‘fenomena pingpong’ yaitu bila hanya suami yang diobati maka ia akan dapat tertular kembali oleh istrinya demikian sebaliknya.
Mencegah GO
Jangan suka bergonta ganti pasangan yang tidak jelas riwayat kesehatannya. Bila terpaksa melakukannya, gunakalah kondom yang memang dikhususkan untuk mencegah penularan penyakit seksual. Bila anda mengalami gejala GO, segeralah berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Sumber: blogdokter.net
===============================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”
Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.
Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.
Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral
Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Minggu, 13 Maret 2011

Bila Ginjal Berakhir Gagal

Satu dari 10 orang di dunia mengalami gagal ginjal.
Sekitar 100 ribu penderita penyakit ginjal kronik (PGK) terpaksa menjalani terapi penggantian ginjal. Namun hanya 12 ribu orang yang menjalani dialisis (cuci darah) seumur hidup dan 600 orang yang menjalani transplantasi ginjal.
Sedangkan satu dari 10 orang di dunia mengalami gangguan ginjal. Sedangkan sebanyak 1,5 juta orang mengalami PGK stadium akhir. Penyakit ginjal masih menjadi momok bagi masyarakat urban saat ini. Kasusnya memang tidak banyak.
Namun menderitanya akan sangat menyiksa. Karena akan seumur hidup mengalami efek samping dari rusaknya fungsi ginjal. Selama ini penyakit ginjal atau kerap disebut gagal ginjal bila 15 persen fungsinya dinyatakan sudah rusak.
Dari asal muasal pemicunya, penyakit ini dapat berasal dari dua kelompok; Turunan atau non turunan. Yang turunan biasanya berupa batu ginjal. Kasus ini sangat jarang terjadi.
Sedangkan dari kelompok non turunan karena efek samping penyakit lain yang diderita pasien, misalnya diabetes mellitus, hipertensi, dislipidemia atau kolesterol tinggi, dan obesitas yang notabene gangguan kesehatan karena pola dan gaya hidup masyarakat urban. Kelompok terakhir ini biasanya akan menderita PGK tadi.
Gejalanya dapat digolongkan dalam kondisi akut dan kronis. Kondisi akut memiliki ciri mata yang tampak bengkak, pinggang dan kaki yang kolik (nyeri), ketika kencing terasa sakit, demam, urine kadang berdarah.
Kelompok ini dapat sembuh bila ditangani dengan baik. Sedangkan ciri kronis, penderita tampak lemas, tidak nafsu makan, mual, muntah, beberapa bagian tubuh bengkak, sedikit urine, sesak napas, dan pucat.
Tidak dapat sembuh, kecuali melakukan transplantasi (cangkok) ginjal. PGK dipicu oleh tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes.
Diabetes terjadi saat kadar gula darah di atas normal dan bila berkelanjutan, dapat merusak ginjal, jantung, pembuluh darah, saraf dan mata.
Sedangkan hipertensi, meningkatnya tekanan darah terhadap dinding pembuluh darah. Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat memicu timbulnya serangan jantung, stroke, dan PGK. Gejala-gejala yang mungkin timbul antara lain merasa lelah, kurang berenergi, menurunnya nafsu makan, sulit tidur, kram otot (pada malam hari), pembengkakan pada kaki/pergelangan kaki, kulit gatal dan kering, bengkak seputar mata (pada pagi hari), dan sering kali ingin buang air kecil ketika malam hari.
Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh dan berfungsi untuk membuang sampah metabolisme dan racun tubuh dalam bentuk urine yang kemudian dikeluarkan dari tubuhSeperti yang disebutkan sebelumnya, beberapa penyakit dapat memicu kerusakan fungsi ginjal. Misalnya diabetes, hal ini karena ginjal memiliki banyak pembuluh-pembuluh darah kecil.
Diabetes akan merusak pembuluh darah tersebut sehingga memengaruhi ginjal untuk menyaring darah dengan baik. Akibatnya albumin (protein) dapat bocor ke dalam urine.
Begitu pula dengan hipertensi. Penyakit ini bersifat terbalik, kerap timbul pada penderita gagal ginjal. Gagal ginjal dapat menimbulkan tekanan darah tinggi dan tekanan darah tinggi yang tidak dikendalikan dengan baik dapat menyebabkan gagal ginjal.
Tekanan darah yang tinggi ini juga bisa menimbulkan stroke dan serangan jantung. Penggunaan obat-obat dan vitamin tertentu yang berlebihan juga dapat memicu kerusakan ginjal.
Misalnya obat pembunuh rasa sakit (seperti ibuprofen), antibiotik, termasuk golongan psikotropika (lihat boks). Pemeriksaan Untuk mendeteksi penyakit ginjal ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, pemeriksaan dengan mengukur kadar protein dalam urine dan kadar kreatinin darah.
Ginjal sehat mampu menyaring protein agar tidak keluar ke dalam urine. Namun bila ginjal sudah terganggu, protein dapat bocor ke dalam urine dan ini bisa dijadikan sebagai indikator adanya gangguan fungsi ginjal.
Kreatinin sendiri merupakan zat buangan yang berasal dari aktivitas otot dan dibuang dari darah oleh ginjal. Tapi bila ginjal sudah terganggu kadar kreatinin dapat meningkat dalam darah.
Lalu bagaimana dengan terapinya? Ada tiga cara, yakni hemodialisis (HD) atau disebut cuci darah konvensional, dialisis peritoneal (Continuos Ambulatory Peritoneal Dialysis / CAPD) atau biasa disebut cuci darah melalui perut, dan pencangkokan ginjal.
“Memang paling ideal adalah dengan transplantasi, tapi banyak yang tidak sanggup karena biayanya,” ujar Direktur RS PGI Cikini, dr Tunggul D Situmorang, SpPD.KGH dalam Seminar Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2011 yang digelar Indonesia Kidney Care Club, Kamis lalu.
Semua tindakan itu, kecuali transplantasi, untuk membersihkan racun-racun yang terdapat di dalam ginjal. Namun, banyak penderita gagal ginjal yang selama ini mengandalkan cuci darah di rumah sakit. Menurut Tunggul, pengobatannya dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien di rumahnya. Caranya adalah dengan CAPD tadi.
Karena bila dengan tindakan HD memerlukan tindakan di rumah sakit dan sedikitnya dilakukan 2-3 kali seminggu dengan durasi masing-masing hampir 5 jam. Sedangkan CAPD dapat dilakukan di rumah dengan tindakan 3-4 kali sehari dengan durasi masing-masing selama 30 menit.
Caranya, hanya dengan menggunakan keteter khusus untuk menarik racun dalam tubuh melalui rongga perut sebagai fi lternya. “Dengan cara ini penderita gagal ginjal lebih praktis dan murah biayanya,” ujar dia. _
nala dipa
Sumber: Koran Jakarta, 13 Maret 2011

=============================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”
Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.
Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.
Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral
Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Jumat, 11 Maret 2011

Parotitis Atau Mumps – Penyakit Gondongan

 Parotitis atau Mumps atau Penyakit Gondongan adalah penyakit karena infeksi virus Paramyxovirus RNA yang menyerang beberapa lokasi diantaranya kelenjar ludah (parotis) di bawah lidah, kelenjar ludah di bawah rahang dan dibawah telinga. Gondongan sangat mudah menular melalui percikan air ludah pembawa virus, melalui kontak langsung, bahan muntah, mungkin dengan urin.
Parotitis atau Mumps atau Penyakit Gondongan cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Penyakit gondongan sangat jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun, hal tersebut karena umumnya mereka masih memiliki atau dilindungi oleh anti bodi yang baik. Seseorang yang pernah menderita penyakit gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.
Pada orang dewasa, infeksi virus mumps ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya.
Parotitis atau Mumps atau Penyakit Gondongan memiliki masa inkubasi sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical)
Tanda dan Gejala Parotitis atau Mumps atau Penyakit Gondongan dapat di gambarkan sebagai berikut:
  1. Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondongan mengalami gejala: demam (suhu badan 38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
  2. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
  3. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.
  4. Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil baliq adakalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.
Komplikasi Akibat Parotitis atau Mumps atau Penyakit Gondongan
Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan komplikasi, dimana virus dapat menyerang organ selain kelenjar liur. Hal tersebut mungkin terjadi terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.
Dibawah ini komplikasi yang dapat terjadi akibat penanganan atau pengobatan yang kurang dini
  1. Orkitis : peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.
  2. Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telus. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.
  3. Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang. 5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.
  4. Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.
  5. Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak
  6. Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.
Penanganan Parotitis atau Mumps atau Penyakit Gondongan

Parotitis atau Mumps atau Penyakit Gondongan dapat sembuh dengan sendirinya dengan perbaikan kondisi tubuh, mengkonsumsi makanan yang bergizi serta minum yang cukup
Pemberian obat-obatan seperti penurun panas serta obat batuk pilek sangat membantu proses penyembuhan.

Pencegahan Parotitis atau Mumps atau Penyakit Gondongan

Pada anak-anak pencegahan dapat dilakukan dengan immunisasi MMR (mumps, morbili, rubella) atau Trimovax dan immunisasi ini diberikan pada anak yang berusia 15 bulan. Pada usia yang lebih besar pun dapat dilakukan immunisasi asal belum pernah terkena.
==================================================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.
Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.
Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral
Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Arteriosclerosis – Pembuluh Arteri Yang Mengeras

Arteri adalah pembuluh darah yang membawa oksigen dan zat makanan dari jantung ke seluruh tubuh. Arteri yang sehat adalah arteri yang fleksibel, kuat dan elastis. Bagaimanapun, terlalu banyak tekanan pada arteri dapat membuat dinding menebal dan kaku – terkadang membatasi aliran darah menuju organ dan jaringan. Proses ini disebut arteriosklerosis, atau mengerasnya arteri.

Arteriosclerosis (atherosclerosis)
Definisi
Aterosklerosis adalah tipe spesifik dari arteriosklerosis, tapi istilah yang sering digunakan bergantian. Aterosklerosis lebih kepada terbentuknya lemak di dalam dan di atas dinding arteri (plak), yang dapat membatasi aliran darah. Plak ini dapat juga pecah dan menyebabkan bekuan darah. Meskipun aterosklerosis sering dianggap masalah jantung, ini dapat berefek pada arteri di manapun di dalam tubuh. Aterosklerosis adalah kondisi yang dapat dicegah dan dapat diobati.
Gejala
Aterosclerosis terbentuk secara bertahap. Biasanya tidak akan muncul  gejala aterosklerosis sampai arteri sangat menyempit atau tersumbat sehingga tak dapat menyuplai cukup darah ke organ dan jaringan. Terkadang bekuan darah benar-benar menyumbat aliran darah, atau bahkan terpecah dan menyebabkan bekuan darah yang dapat memicu serangan jantung atau stroke.
Gejala aterosclerosis didasarkan pada arteri mana yang terkena. Sebagai contoh:
•    Jika anda memiliki aterosklerosis di dalam arteri jantung, anda mungkin memiliki gejala yang sama dengan serangan jantung lain, seperti sakit pada dada (angina)
•    Jika anda memiliki aterosklerosis di dalam arteri yang menuju otak, anda mungkin memiliki gejala seperti mati rasa secara tiba-tiba atau lemah pada lengan atau kaki, sulit berbicara atau berbicara melantur, atau otot wajah yang terkulai
•    Jika anda memiliki aterosklerosis pada arteri di lengan dan kaki, anda mungkin memiliki gejala peripheral arterial disease, seperti sakit pada kaki ketika berjalan.
Terkadang, aterosklerosis menyebabkan disfungsi ereksi pada laki-laki.
Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab
Aterosklerosis adalah penyakit yang lamban dan berkembang secara bertahap. Penyakit ini dapat dimulai pada awal masa anak-anak. Meskpun penyebab pasti belum diketahui, ilmuwan mencurigai bahwa aterosklerosis dimulai dengan kerusakan atau cedera pada lapisan dalam arteri. Kerusakan mungkin disebabkan oleh:
•    Tekanan darah tinggi
•    Kolestrol tinggi
•    Iritan, seperti nikotin
•    Penyakit tertentu, seperti diabetes
Sekali dinding bagian dalam arteri rusak, sel darah yang disebut platelet sering menggumpal dan mencederai tempat tersebut untuk mencoba memperbaiki arteri sehingga menimbulkan pembengkakan. Seiring waktu, plak yang terbentuk dari kolestrol dan zat ampas lain juga berkumpul pada tempat cedera ini, mengeras dan mempersempit arteri. Organ dan jaringan yang dihubungkan dengan arteri yang tersumbat tersebut kemudian tidak menerima cukup darah untuk berfungsi secara baik.
Lama kelamaan sebagian plak tersebut mungkin pecah dan masuk ke dalam aliran darah. Ini dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah dan merusak organ, seperti pada serangan jantung. Bekuan darah dapat juga dihantarkan ke bagian lain dari tubuh dan sebagian atau seluruhnya menyumbat aliran darah ke organ tubuh lain.
Faktor risiko
Mengerasnya arteri terjadi setiap waktu. Sebagai tambahan, faktor yang menambah risiko aterosklerosis antara lain:
•    Tekanan darah tinggi
•    Kolestrol tinggi
•    Diabetes
•    Obesitas
•    Merokok
•    Sejarah keluarga dengan aneurysm atau sakit jantung dini
Pencegahan
Perubahan gaya hidup yang sama direkomendasikan untuk merawat aterosklerosis juga dapat mencegahnya. Anda telah mengetahui sebelumnya juga membantu dalam pencegahan – berhenti merokok, makan makanan sehat, rutin berolahraga, menjaga berat badan sehat, dan tidak meminum alkohol. Ingatlah untuk membuat satu langkah perubahan sekarang.
Sumber: Kompas.com

=============================================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”
Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.
Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.
Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral
Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Kamis, 10 Maret 2011

Pneumonia, Pembunuh yang Terlupakan

Paru-paru itu terisi cairan. Fungsinya sebagai filter udara terganggu. Bukan hanya cairan, di sana terdapat rongga yang terisi udara kotor.
Yang kemudian membuat paru-paru menjadi berat bekerja dan akhirnya lumpuh. Kerusakan fungsi itu karena paru-paru telah terinfeksi. Meradang karena diserang sesuatu. Inilah pneumonia atau kerap disebut radang paru.
Penyakit yang paling sering menjangkiti mereka yang berusia uzur. Karena di usia itu, tingkat imunitas tubuh sudah sangat rentan. Meski juga tidak sedikit menjangkiti anak-anak yang kemudian menyebabkan kematian.
Ada banyak penyebab pneumonia. Bisa bakteri, virus, jamur, atau parasit yang menempel pada pulmonary alveolus di paru-paru yang berfungsi sebagai penyerap oksigen.
Namun juga dapat disebabkan konsumsi rokok dan alkohol yang terlalu tinggi. Sehingga menyebabkan komplikasi paru-paru. Namun dari sekian banyak kasus.
Penyebab tertingginya karena serangan bakteri Streptococcus pneumoniae atau lazim disebut pneumokokus.
Menurut Prof Dr dr Cissy Kartasasmita, Kepala Departemen Respirologi, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, hanya satu dari setiap lima orang tua yang bisa mengenali dua gejala bahaya pneumonia yaitu sulit bernapas dan irama napas cepat. “Pneumonia masih jarang ditanggapi serius dan seolah terlupakan. Di Indonesia, penyakit ini masih “kalah pamor” dengan TBC atau flu burung.
Padahal pneumonia adalah pembunuh utama balita,” kata dia. Hingga kini, masih misterius bagaimana penyakit ini bisa menyebar. Namun ada beberapa asumsi, di antaranya; Pertama, lemahnya daya tahan tubuh seseorang.
Hal ini dapat terjadi pada mereka yang terjangkit beberapa penyakit yang mengikis tingkat imunitas secara progresif, seperti HIV/AID, jantung, atau diabetes.
Termasuk penderita kanker karena efek radiasi kemoterapi. Konon, perokok dan peminum alkohol juga salah satu faktor penyebarannya.
Rokok dapat mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan yang kemudian menimbulkan riak (dahak) yang mengendap terlalu lama sehingga cairannya masuk ke paru-paru. Sedangkan alkohol dapat merusak sel darah putih yang merupakan komponen pelindung kekebalan tubuh.
Selain itu udara yang terkontaminasi zat kimia berbahaya disebut-sebut penyebab lainnya, misalnya pestisida dan sejenisnya. Gejala Bias Di luar itu, pneumonia muncul dengan gejala yang bias. Tandatandanya mirip asma yang disertai batuk.
Untuk beberapa kasus disertai sakit di bagian dada dan sulit bernapas. Maka itu penyakit ini berkategori silent disease atau penyakit dengan gejala yang tidak mudah terukur/ terdeteksi. Untuk mendeteksinya dapat melakukan pemeriksaan rontgen atau sinar X-ray.
Namun pada umumnya, gejala penyakit ini berupa napas cepat dan napas sesak, karena peradangan paru. Pada kasus anak, batas napas cepat adalah frekuensi pernapasan sebanyak 50 kali per menit atau lebih pada anak usia dua bulan sampai kurang dari satu tahun.
Dan 40 kali per menit atau lebih pada anak usia satu tahun sampai kurang dari lima tahun. Pneumonia disebut-sebut sebagai penyakit golongan IPD (invasive pneumococcal disease) yang paling sering dijumpai di kalangan pasien anak.
“Dari penelitian terhadap 1.796 pasien balita sepanjang 2006 di enam rumah sakit terbesar di Indonesia, 80 persen menderita pneumonia,” tambah dia.
Indonesia berdasarkan catatan WHO, diketahui sebagai 10 negara besar dunia yang terbanyak kasus pneumonia. Setiap tahunnya sedikitnya terdapat enam juta kasus (termasuk penyakit infeksi pernapasan dalam lainnya). Dari angka itu, sebanyak 25 ribu berujung kematian, khususnya bagi anak usia di bawah lima tahun.
Dan dari angka itu, hanya 61 persennya yang mendapat pengobatan yang layak. Mengintai Anak Di wilayah Asia Pasifi k, pneumonia termasuk penyebab utama kematian pada balita.
Dilaporkan WHO, ada sebanyak 98 balita meninggal karena pneumonia setiap jam. Sementara di Indonesia, angka kejadian pneumonia untuk anak di bawah 5 tahun mencapai 6 juta kasus.
Jumlah itu menjadikan Indonesia menempati posisi ke-6 untuk kasus pneumonia terbanyak di dunia. Kasus terbesar terjadi di India dengan jumlah kasus mencapai 44 juta per tahun.
Diikuti China (18 juta), Nigeria dan Pakistan (7 juta), dan Indonesia dan Bangladesh dengan kisaran sama yakni 6 juta kasus.
Meskipun pneumonia merupakan penyakit serius yang sering diderita anak, laporan WHO menunjukkan bahwa hanya satu dari setiap lima orang tua yang bisa mengenali dua gejala bahaya pneumonia yaitu sulit bernapas dan irama napas cepat.
Penyakit ini paling berbahaya jika menyerang anak berusia di bawah 2 tahun. Karena dapat menyebabkan infeksi telinga, keracunan darah, atau meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Adalah vaksin bernama PCV (Pneumococcal Conjungate Vaccine) merupakan antisipasi sejak usia dini.
Vaksin ini diberikan saat anak berusia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, dan rentang usia 12 hingga 15 bulan. Diyakini, vaksin ini mampu melindungi 80 persen anak dari bibit pneumonia. Termasuk bila dikombinasikan dengan vaksin Hib, keduanya memberi hasil yang luar biasa dalam memerangi jenis penyakit ini.
nala dipa
Sumber: Koran Jakarta, Minggu, 20 Februari 2011

=========================================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”
Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.
Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.
Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral
Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Senin, 13 Desember 2010

Penyakit Jantung

Penyakit Jantung Rematik Bisa Berawal Dari Radang Tenggorokan !

JantungPenyakit Jantung Rematik (PJR) atau dalam bahasa medisnya Rheumatic Heart Disease (RHD) adalah suatu kondisi dimana terjadi kerusakan pada katup jantung yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama katup mitral (stenosis katup mitral) sebagai akibat adanya gejala sisa dari Demam Rematik (DR).
Demam rematik adalah penyakit peradangan (inflamasi) yang dapat timbul sebagai komplikasi dari infeksi pada tenggorokan (faringitis) yang tidak diobati atau tidak ditangani dengan baik. Peradangan kemudian dapat terjadi pada sendi, jantung, otak dan kulit. Nah, jika peradangan terjadi pada jantung inilah yang disebut dengan Penyakit Jantung Reumatik. Jika sampai terjadi Penyakit Jantung Reumatik, akan terjadi cacat permanen pada jantung, terutama pada bagian katup jantung, tetapi dapat juga pada otot jantung itu sendiri. Ini tidak dapat disembuhkan dengan pemberian obat. Terutama jika yang terkena adalah bagian katup jantung, katup ini tidak lagi membuka dan menutup dengan baik, sehingga dapat terjadi perubahan pada aliran darah. Akibatnya, gejala-gejala akibat kelainan jantung akan menetap – seperti cepat lelah, sesak nafas, berdebar-debar, detak jantung yang cepat – dan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Jika sampai kerusakan jantung itu sangat parah, tidak menutup kemungkinan terjadi gagal jantung – keadaan di mana jantung tidak lagi mampu memompa darah ke seluruh tubuh sesuai kebutuhan – yang dapat berakibat kematian. Pada kerusakan jantung, satu-satunya penanganan adalah melalui operasi, misalnya dengan penggantian katup jantung, namun biayanya sangat mahal.
Demam reumatik paling sering terjadi pada usia 5 sampai 15 tahun dan sangat jarang terjadi pada usia di bawah 5 atau di atas 15 tahun, apalagi pada orang dewasa.
Penyebab
Faktor kebersihan lingkungan tempat tinggal dan kondisi kesehatan secara umum dan nutrisi tentu saja memiliki peran terjadinya Penyakit Demam Reumatik. Kemudian, ada pula peranan genetik di dalamnya, sehingga ada orang-orang yang memang ”berbakat” untuk mengalami demam reumatik setelah menderita infeksi tenggorokan. ”Bakat” ini pun seringkali ditemukan pada lebih dari satu anggota dalam satu keluarga.
Demam Reumatik dapat berawal dari infeksi tenggorokan. Infeksi tenggorokan ini seringkali terjadi akibat bakteri yang namanya streptokokus grup A. Pada semua orang, infeksi seperti ini akan menimbulkan reaksi imun atau reaksi kekebalan tubuh untuk melawan bakteri ini. Nah, pada orang-orang yang ”berbakat”, reaksi imun ini tidak hanya akan membantai si bakteri streptokokus, tetapi juga akan menyerang tubuh sendiri. Terutama pada bagian-bagian tubuh tertentu, seperti sendi, jantung, kulit dan otak, sehingga timbul reaksi inflamasi atau peradangan.
Tanda Dan Gejala
Sesuai namanya, akan ada demam. Demam yang timbul pun tidak terlalu tinggi, paling sekitar 38°C. Kemudian, ada keluhan radang tenggorokan yang ditandai dengan nyeri dan bisa ada batuk-batuk. Karena ini terutama menyangkut anak-anak, keluhan yang sering timbul adalah si anak tidak mau makan karena tenggorokannya sakit. Kemudian, anak tadi mungkin batuk-batuk kecil, namun tidak disertai dengan pilek. Beberapa tanda lain, seperti pembesaran kelenjar getah bening di leher yang merupakan salah satu tanda infeksi tenggorokan biasanya hanya akan dikenali oleh dokter.
Tanda-tanda demam rematik biasanya timbul 2-3 minggu setelah infeksi tenggorokan bermula. Saat inilah, muncul gejala-gejala akibat peradangan yang disebabkan karena reaksi imunologis. Yang paling sering terjadi adalah peradangan pada sendi. Sendi-sendi besar, terutama pada lutut, siku, pergelangan tangan dan pergelangan kaki, akan membengkak, tampak kemerahan, terasa hangat jika diraba dan dirasakan sakit oleh si anak. Seringkali, peradangan ini akan berpindah-pindah dari satu sendi ke yang lainnya, misalnya pertama sendi pada lutut, besoknya sendi pada siku, dan sebagainya. Sehingga peradangan pada sendi ini disebut poliartritis migrans, artinya radang pada banyak sendi yang berpindah-pindah.
Tanda lain yang dapat timbul adalah jika penyakit ini mempengaruhi otak, sehingga terjadi gejala yang disebut chorea. Chorea berupa gerakan-gerakan involunter, terutama pada tangan, namun dapat terjadi juga pada kaki, wajah dan bagian-bagian tubuh lainnya. Jadi, biasanya tangan akan bergerak-gerak, padahal si anak tidak bermaksud untuk menggerakkannya. Pada chorea yang lebih ringan, mungkin anak hanya akan mengeluhkan kesulitan untuk menulis. Nah, walaupun gejala ini cukup ”aneh”, ini benar-benar merupakan gejala medis, jadi jangan langsung dianggap sebagai kejadian mistis yang perlu penanganan dari balian atau sejenisnya! Selain itu, chorea dapat disertai dengan perubahan tingkah laku, misalnya anak tiba-tiba marah dan menangis tanpa alasan, dan sebagainya.
Yang paling gawat dan mengkhawatirkan adalah jika sampai jantung ikut terpengaruh. Biasanya gejala yang timbul adalah sesak nafas, jantung berdebar-debar, detak jantung yang cepat, nyeri dada, dan cepat capek. Pada anak-anak yang masih lebih kecil, biasanya si anak akan cepat capek dan tidak ikut bermain dengan teman-temannya. Sedangkan anak-anak yang lebih besar, juga takkan banyak beraktivitas dan jika ditanyai biasanya akan mengakui sendiri bahwa dirinya cepat capek dan sesak nafas.
Ada pula beberapa tanda lainnya, seperti nodul subkutan, yaitu bejolan-benjolan kecil di bawah kulit. Namun, karena tidak tampak jelas, biasanya ini hanya dapat ditemukan oleh dokter – itu pun tidak selalu. Tanda lain adalah ruam merah pada kulit, yang disebut eritema marginatum, namun tanda ini termasuk yang lebih jarang terjadi.
Pencegahan
Pertahanan terbaik terhadap Penyakit Jantung Reumatik adalah  mencegah terjadinya Demam Reumatik dari yang pernah terjadi. Dengan memperlakukan strep throat dengan penisilin atau antibiotik lainnya, dokter biasanya dapat menghentikan demam rematik akut dari berkembang.
Orang-orang yang sudah terserang Demam Reumatik lebih rentan terhadap serangan yang berulang dan kerusakan jantung. Itulah sebabnya mereka akan mendapatkan pengobatan antibiotik terus menerus bulanan atau harian, mungkin seumur hidup. Jika hati mereka telah rusak oleh Demam Reumatik, mereka juga pada peningkatan risiko untuk mengembangkan endokarditis infektif (juga dikenal sebagai bakteri endokarditis), infeksi selaput jantung atau katup. (sodikin)
Sumber: dari berbagai sumber
Linked Posts:

======================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.
Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.
Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral
Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)

Rabu, 15 September 2010

Pengobatan Kanker Paru-Paru

Artikel ini terinspirasi advertensi RS Kanker Modern Guangzhou, di Fitur Klasika | Kesehatan Kompas, Senin 6 September 2010, berjudul “Terapi Kemoterapi Lokal dan Penyumbatan Darah Kanker untuk Kanker Paru-paru. Apalagi menurut data kesehatan dunia, Kanker Paru-paru adalah penyebab kematian utama dalam kasus kanker yang dapat menimpa penderita pria maupun wanita. Kanker paru-paru ternyata tidak harus berkembang dan berasal dari sel-sel jaringan paru karena terinduksi mengalami mutasi, melainkan dapat berasal dari sel-sel kanker dari jaringan lain yang menyebar ke jaringan paru-paru. 
 
Penyebaran ini dikenal dengan istilah ‘metastasis‘ yaitu penyebaran “segala” macam penyakit dari satu jaringan ke jaringan (jaringan) lain melalui peredaran darah. Jadi penderita kanker paru-paru tidak harus perokok (aktif) maupun perokok pasif. Kejadian ini telah menimpa salah seorang dosen senior IPB dari departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Beliau bukanlah perokok, tetapi wafat karena penyakit kanker paru-paru.  Boleh jadi sel kanker parunya berasal dari sel termutasi dari jaringan lain, atau hanya kode genetiknya saja yang menular ke paru-paru. Gambar di kiri adalah gejala umum penyebaran sel-sel kanker lewat peredaran darah. Untuk lebih jelasnya silakan akses artikel Metastasis di WIKIPEDIA. 
Dalam artikel ensiklopedi tersebut betapa gawatnya metastasis. Sel kanker jinak di suatu jaringan, bara-gara menyebar ke jaringan lain bisa berubah menjadi ganas. Tumor agak jinak di usus besar tahu-tahu menjadi ganas ketika menyebar di paru-paru, liver dan atau kelenjar getah bening. Lalu bagaimana sel kanker bisa menyebar?  
Penyebaran sel-sel kanker tidak akan lepas dari peranan tumbuhnya sel-sel pembuluh darah pemasok nutrisi ke sel-sel kanker. Proses tumbuhnya sel-sel pembuluh darah baru itu sebenarnya merupakan hal yang wajar, jika tumbuh sebagai penghubung sel-sel baru yang normal dengan jaringan-jaringan di sekitarnya. Tanpa adanya pembuluh darah baru, maka sel-sel akan “mati kelaparan”. Proses ini dikenal sebagai proses ANGIOGENESIS yang menjadi berlebihan ketika dipengaruhi oleh pertumbuhan sel-sel kanker. Sel-sel kanker akan memberi kode pembelahan dan pertumbuhan secara berlebihan sehingga sel-sel “jahat” itu memperoleh prioritas pasokan nutrisi lewat aliran darah ke saluran yang mereka “bangun”. 
Pertumbuhan dan penyiptaan pembuluh darah baru secara normal akan berhenti pada proses penutupan luka, penyembuhan dari suatu inflammatory, ulcer dan lain-lain gangguan jaringan seperti memar dan lecet. Proses normal ini sering disebut dengan proses ANGIOSTASIS sebagai lawan dari ANGIOGENESIS. Dewasa ini Angiostasis menjadi perhatian penting bagi para ahli untuk penyembuhan atau mengurangi pertumbuhan sel-sel kanker. Secara teori jika jaringan pembuluh darah dihentikan pertumbuhannya sebagai jembatan ke sel-sel kanker, maka sel-sel kanker akan “kelaparan” dan lama-lama mati. Proses ini dikembangkan menjadi suatu metode yang dikenal dengan istilah IMMUNOANGIOSTASIS, seperti ilustrasi berikut: 
 
sumber: http://cardiovascres.oxfordjournals.org/content/78/2/250/F3.large.jpg 

Lalu, adakah sesuatu yang berpotensi untuk menstimulasi bekerjanya angiostasis pada sel-sel kanker? Hal ini pernah diulas oleh ahli medis dari Mesir yang menulis artikel di Jurnal Konservasi Kanker Asia Pasifik, Dr. Lotfy. Beliau mengemukakan bahwa Propolis memiliki harapan dijadikan bahan chemotherapy untuk penderita kanker, yang dikonsumsi secara oral (diminum dalam dosis tinggi). Beberapa member jaringan PT MNI di Bogor dan Dramaga memiliki beberapa saksi sembuh dari penyakit kanker karena mengonsumsi 1 ~ 2 botol MELIA PROPOLIS sehari. Contoh ekstrim bahkan ada yang sembuh dari kanker rahim stadium lanjut setelah mengonsumsi 1 paket (7 x 6 ml) Melia Propolis sehari selama 1 bulan.
Itulah beberapa informasi terkait propolis sebagai penyembuh kanker. Semoga bermanfaat. Silakan jika Anda berkenan memesan Propolis baik untuk Anda sendiri, atau untuk (terutama) orang-orang dekat Anda yang sedang menderita penyakit KANKER atau penyakit-penyakit degeneratif lainnya, seperti stroke, ginjal, diabetes dan sebangsanya,

Senin, 30 Agustus 2010

Meriang Tak Hilang Mungkin Tifus

Meriang Tak Hilang Mungkin Tifus

KOMPAS.com (Senin, 1 Maret 2010) – Tifus (typhoid abdominal) atau dilafal tipes, endemik di Indonesia. Artinya, senantiasa hadir setiap musim. Penyebabnya Salmonella typhi.
Kuman ini ada di mana-mana. Masuk ke tubuh manusia lewat makanan dan minuman yang dicemarinya (fecal-orate. Bisa jadi lewat tangan yang kotor atau pembawa penyakit yang kelihatan sehat (healthy carrier).
Betul enteng dan jarang sampai mematikan, tapi ongkos yang harus dikeluarkan kalau telanjur sakit, sebetulnya merupakan pemborosan karena tifus bisa dicegah.
Angie, 21 tahun sudah seminggu meriang. Kadang merasa mual dan perutnya tidak enak. Bersamaan dengan itu kepalanya terasa nyeri. Sudah hampir seminggu buang air besarnya tersendat. la mengira masuk angin biasa.
Dokter keluarga minta ia periksa darah. Hasilnya, ada tifus dan paratifus. Tergolong bukan yang berat karena yang meninggi titer H, bukan titer 0. Dokter memastikan itu penyebab meriang Angie yang tak putus-putus.
Demam Tifus
Dokter di Indonesia bisa kecolongan kalau lalai mengamati gejala
demam pasiennya. Khawatir luput mendiagnosis, tak jarang dokter cenderung overdiagnosis. Artinya, bukan kasus tifus didiagnosis tifus, saking takutnya kecolongan.
Bahwa memang benar semestinya demam lebih dari seminggu harus dicurigai tifus. Awal tifus memang hanya demam. Lebih harus curiga bila selain demam lama, juga disertai keluhan seperti yang Angie alami, yakni nyeri kepala, tidak enak di perut, dan buang air tiddk teratur. Satu yang khas pada tifus, demam muncul sore dan malam hari saja.
Demam tifus biasanya membandel. Bisa turun denqan obat, namun lekas bangkit lagi. Gambaran demam yang muncul sore dan malam hari itulah, terlebih bila disertai keluhan spesifik seperti yang Angie alami, kemungkinan tifus tidak boleh diabaikan.
Kecurigaan tifus makin bertambah bila tampak bibir kering, dan lidah kelihatan seperti bersalut susu, putih dengan pinggir merah merona. Dokter yang sudah lama praktik, mudah menangkap kasus tifus hanya dengan mengamati penampakan wajah pasien.
Dugaan dokter semakin kuat mengarah ke diagnosis tifus bila setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter meraba hati dan limpa yang membengkak (hepatosplenomegali). Tentu untuk kepastian bahwa diagnosis tifus itu betul, perlu pemeriksaan Widal, selain membiak kumannya dari darah.
Namun, pemeriksaan biakan perlu waktu lama. Untuk praktisnya, dari pemeriksaan fisik, dan adanya kenaiknya titer 0 dan atau H dalam darah, baik tifus maupun paratifus, demi penghematan waktu serta biaya, dokter langsung membuat resep untuuk tifus.
Food handler
Tifus mudah menular. Selain di antara serumah bila ada satu yang terjangkit, sering terjadi dari warung nasi, restoran, atau penjaja makanan dan minuman kaki lima. Kasus klaster tifus pada sekelompok orang yang jajan di tempat yang sama, terjangkit pada waktu yang sama, kemungkinan sumbernya di penjaja makanan atau minuman.
Seorang pembawa kuman yang tampak sehat (healthy carrier), dialah sumber penular tifus paling berbahaya. Orang tak menduga kalau orang sehat membawa kuman tifus.
Bila pembawa kuman yang kelihatan sehat ini kurang higienis, khususnya tidak mencuci tangan dengan benar sebelum mengolah atau menyajikan makanan dan minuman dagangan, ia merupakan sumber penular potensial bagi orang di sekitarnya. Apalagi kalau ia banyak memakai tangannya dalam mengolah dan menyajikan makanan dan minumannya.
Karena itu, untuk amannya, pilih jajanan panas yang sudah dimasak seperti soto atau sup, dan bukan karedok, gadogado, ketoprak, rujak, dan menu siap saji.
Kuman tifus pada tubuh pembawa kuman berada dalam tinjanya. Bila habis ke belakang tidak mencuci tangan dengan benar, kuman tersangkut di jemari tangan. Kuman di jemari tangan kemudian berpindah ke makanan dan minuman yang dipegangnya (fecal-oraq).
Komplikasi usus bolong
Tifus jarang mematikan, kecuali bila terlambat ditangani. Komplikasi paling ditakuti bila usus sampai bolong, dan isinya tumpah ke rongga perut. Ini tergolong kedaruratan perut (acute abdomen), dan jiwa bisa -melayang bila terlambat ditangani.
Kalau komplikasi usus bolong terjadi ditandai dengan mendadak suhu menurun, sedang nadi mendadak meningkat. Persilangan suhu dengan nadi demikian tanda pasien menghadapi situasi kritis. Syok bisa terjadi karena serangan kedaruratan perut ini.
Demi mencegah komplikasi, antibiotika untuk menumpas kuman perlu segera diberikan. Lebih dini, lebih kecil kemungkinan komplikasi.
Tak jarang kuman tersasar ke kandung empedu. Bila ini terjadi, penyembuhan lebih sukar. Bisa juga kuman menetap lama di kandung empedu, dengan segala konsekuensinya. Pasien tifus mendadak seperti terserang sakit kuning, kemungkinan sudah berkomplikasi ke kandung empedu.    .
Masalah tifus sekarang, makin banyak kuman yang kebal obat. Diperlukan antibiotika generasi lebih baru untuk menumpasnya. Bila demam tak kunjung turun setelah beberapa hari minum obat, perlu dipertimbangkan untuk mengganti obat. Mungkin obat sudah resisten terhadap kuman.(Dr.Handrawan Nadesul)
Sumber:  Kompas.com — Senin, 1 Maret 2010

Vertigo Tanda dari Penyakit Tertentu

Vertigo Tanda dari Penyakit Tertentu

Banyak yang menganggap terserang vertigo bisa menyebabkan kematian. Tetapi menurut ilmu kedokteran sejauh ini, anggapan tersebut belum terbukti.
“Setahu saya, tidak ada orang meninggal gara-gara vertigo,” kata Erin Destrini, Dokter Umum dari Klinik Jakarta Medical Center (JMC).
Dia menjelaskan, dari sisi ilmu kedokteran, vertigo sebenarnya hanya gejala dari suatu penyakit tertentu. Misalnya vertigo bisa menjadi penanda adanya gangguan pada otak. Misalnya, luka di batang otak, tumor atau kanker otak.
Selain itu, vertigo juga menjadi tanda-tanda gejala penyumbatan darah ke otak. Penyumbatan pembuluh darah pada otak ini menyebabkan otak kekurangan oksigen.
Gangguan sirkulasi darah pada pembuluh juga bisa ditandai dengan vertigo. Gangguan sirkulasi ini bisa dipicu oleh banyak faktor, antara lain timbulnya plak di dinding pembuluh darah, meningkatnya kekentalan darah, atau mengerasnya dinding pembuluh darah.
“Gangguan sirkulasi darah ini disebabkan beberapa penyakit, seperti gula darah atau diabetes melitus, darah tinggi atau hipertensi, dan kolesterol tinggi,” kata Suhanto Kasmali, Dokter Umum Rumah Sakit Mediros, Jakarta Timur.
Gangguan sirkulasi darah ini juga bisa disebabkan ooleh pola hidup yang tidak sehat. Seperti mengkonsumsi rokok dan minuman yang mengandung alkohol. Penyebab lainnya, tidak pernah berolahraga, dan sering mengonsumsi makanan berlemak, seperti gorengan, atau makanan cepat saji alias junkfood.
Ketika sirkulasi darah tidak lancar, maka asupan oksigen pada organ pun tidak sempurna. Inilah yang menyebabkan komplikasi berbahaya. Pasalnya, seluruh organ tubuh membutuhkan oksigen.
Seretnya sirkulasi darah ini menjadi fatal bila yang mengalami gangguan adalah pembuluh darah yang menuju organ vital seperti jantung, otak, ginjal. Gangguan sirkulasi ke otak dapat menyebabkan stroke, gangguan pada pembuluh darah menuju ginjal menyebabkan gagal ginjal, dan gangguan pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan gagal jantung. Nah, hal inilah yang bisa mengakibatkan kematian, jadi bukan vertigonya.
Gangguan pada telinga juga bisa menjadi sesuatu yang menganggu. Misalnya, gangguan pada telinga ini terjadi karena ada infeksi bakteri pada organ di telinga dalam alias labyrinthitis. Infeksi ini bisa membuat orang tersebut vertigo yang disertai dengan muntah dan suhu badan yang tinggi. Kondisi ini perlu penanganan serius. Karena, jika tidak ditangani dengan baik, infeksi bisa berpengaruh ke organ-organ lain dan bisa mengakibatkan komplikasi.
Vertigo bisa pula merupakan penanda adanya tumor pada saraf pendengaran atau pada saraf keseimbangan, yang terletak di antara telinga dan otak.
Jika ini terjadi, perlu penanganan seperti operasi. Membiarkan adanya tumor tentunya bisa berakibat fatal bagi penderitanya. Dampak buruknya merupa kematian juga.
Selain karena gangguan jasmani, serangan vertigo juga bisa disebabkan oleh terganggunya psikologis seseorang. “Jika Anda stres, tegang, kurang tidur, atau berdiri terlalu lama, bisa juga kena vertigo,” tambah Erin.
Oleh sebab itu, jika Anda vertigo, segera periksakan diri Anda kepada dokter agar penyakit tidak berkembang. (Sanny Cicilia Simbolon)
Sumber: kompas.com ( Rabu, 25 Agustus 2010 )
=====================================================
Promo Produk
Melia Propolis
“Natures Miracle Antibiotic”

Propolis bisa menjadi solusi kesehatan untuk berbagai penyakit yang bekerja secara holistic tanpa efek samping. Hampir seluruh Kitab Suci menulis tentang Lebah.
Q.S. AN NAHL : Ayat. 68 & 69
……..Keluarlah dari perutnya syaraabun (cairan) beraneka warna, dan padanya syifa (penyembuhan) bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu menjadi tanda bagi kaum yang memikirkan.
Kandungan Propolis:
1. Bioflavonoids: Memulihkan system kapilari serta memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes propolis kandungannya setara dengan 500 buah jeruk)
2. Protein ( 16 Asam amino Esensial)
3. Vitamin dan mineral
Fungsi Propolis bagi manusia
1. Detoksifikasi (Membuangan racun dan Kuman Penyakit dari dalam tubuh)
2. Antibiotika Alami (antimicrobial seperti virus, bakteri dan jamur)
3. Anti Radang
4. Anti Alergi
5. Meningkatkan Imunitas / Kekebalan Tubuh
6. Anti Oksidan (mencegah kanker dan membunuh sel kanker)
7. Nutrisi (memperbaiki dan regenerasi sel tubuh)